FILSAFAT


 

Ketahuailah apa yang kamu tahu dan ketahuilah apa yang kamu tidak tahu”,

 

Filsafat adalah hasil pemikiran dan  perenungan secara mendalam  tentang sesuatu sampai keakar-akarnya. Sesuatu disini dapat berarti terbatas dan dapat pula berarti tidak terbatas. Bila berarti terbatas, filsafat membatasi diri akan hal tertentu saja. Bila berarti tidak terbatas, filsafat membahas segala sesuatu yang ada dialam ini yang sering dikatakan filsafat umum. Sementara itu filsafat yang terbatas adalah filsafat ilmu, filsafat pendidikan, filsafat seni dan lain-lainnya.

Filsafat secara umum adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen dan percobaan tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, serta memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi itu. Seiring dengan bermunculannya filsuf, definisi mengenai filsafat ilmu juga semakin beragam, sehingga saat ini terdapat beberapa perbedaan dalam mendefinisikan filsafat ilmu.

Konsep dasar filsafat ilmu adalah kedudukan, fokus, cakupan, tujuan dan fungsi serta   kaitannya dengan  implementasi kehidupan sehari-hari. Pembahasan filsafat ilmu juga mencakup sistematika, permasalahan, keragaman pendekatan dan  paradigma (pola pikir) dalam pengkajian dan pengembangan ilmu dan dimensi ontologis, epistomologis dan aksiologis. Selanjutnya dikaji mengenai makna, implikasi dan implementasi filsafat  ilmu sebagai landasan dalam rangka pengembangan keilmuan dan kependidikan dengan penggunaan alternatif metodologi penelitian, baik pendekatan kuantitatif dan kualitatif, maupun  perpaduan kedua-duanya.

Filsafat (dalam bahasa Arab adalah falsafah, dan dalam bahasa Inggris adalah philosophy) berasal dari Bahasa Yunani. Kata ini terdiri dari kata ‘philein’ yang artinya cinta (love) dan ‘sophia’ kebijaksanaan (wisdom). Secara etimologi, filsafat berarti cinta akan kebijaksanaan (love of wisdom) dalam artinya sedalam-dalamnya. Seorang filosofi adalah pencinta, pendamba dan pencari kebijaksanaan. Adapun menurut catatan histori, mencatat bahwa kata ‘filsafat’ dipakai Pythagoras sebagai reaksi terhadap kaum cendekiawan pada masanya yang menamakan dirinya ‘ahli pengetahuan’. Pythagoras menyatakan bahwa pengetahuan sangatlah luas dan akan tersu berkembang. Bahkan tidak ada seorangpun yang mungkin mampu mencapai ujungnya.

Manusia bukanlah makhluk hidup yang sempurna karena manusia tidak akan bisa hidup dengan kesempurnaan. Manusia dapat dikatakan manusia itu sempurna dalam ketidaksempurnaan dan tidak sempurna dalam ketidaksempurnaan pula. Selanjutnya awal dari kehidpan manusia ialah memiliki ketetapan fatal dan vital. Fatal adalah suatu kejadian yang terpilih atau takdir (tetap), artinya sesuatu kejadian yang sudah terjadi. Misalkan Perang Dunia ke-2 merupakan  suatu kejadian yang sudah terjadi bahkan tidak dapat diulangi lagi atau tidak pernah terjadi. Kemudian manusia memiliki ketetapan vital adalah suatu kejadian yang akan dipilih atau belum terjadi atau berubah (ikhtiar). Misalkan seseorang akan memilih beberapa benda seperti meja, kursi, pulpen, dsb. Namun yang perlu dipahami bahwa fatal dan vital adalah dua sifat yang pasti dibutuhkan dan terjadi karena tanpa kedua tersebut tidaklah ada kehidupan.

Filsafat ilmu adalah telaah kritis terhadap metode yang digunakan oleh ilmu tertentu, terhadap lambang yang digunakan dan terhadap struktur penalaran tentang sistem lambang yang digunakan. Telaah kritis ini dapat diarahkan untuk mengkaji ilmu empiris dan ilmu rasional, juga untuk membahas studi bidang etika dan estetika, studi kesejarahan, antropologi.

Pendidikan merupakan program yang dikaitkan dengan keadaan atau usaha hidup seseorang atau kelompok orang. Maka Pendidikan yang baik adalah Pendidikan yang menjamin hidup akan lebih hidup, dalam segala aspek dan dimensinya. Socrates mendefinisikan Pendidikan sebagai cara untuk mengetahui apa yang bisa atau tidak bisa dilakukan dan apa yang dimengerti dan tidak dimengerti. Plato mendefinisikan Pendidikan sebagai usaha untuk mewujudkan masyarakat ideal seperti yang diuraikan dalam bukunya Republik. John Dewey mendefinisikan Pendidikan sebagai keberlangsungan hidup kelompok sosial tertentu. Ternyata ditemukan bahwa, setiap Filsafat, Ideologi dan Politik memunyai definisi Pendidikannya sendiri-sendiri tergantung dari konteks Ideologi dan Politiknya. Dari sisi filsafatnya, maka kajian Pendidikan terdiri dari aspek-aspek hakekat ontologis, epistemologis dan aksiologis dari unsur-unsurnya meliputi Manusia, Nilai, Tujuan, Relasi, Strategi, Model, Organisasi dan Asumsi-asumsi Dasarnya. Filsafat Pendidikan yang bersifat netral dapat didorong oleh kekuatan politik sehingga melahirkan kebijakan dan arah pendidikan sesuai dengan karakteristik Makropolitik Pendidikan nya. Untuk negara tertentu seperti Indonesia yang sedang dilanda krisis multidimensi,

Matematika itu multidemensi menemukan paradigma-paradigma baru maka matematika adalah ilmu, matematika adalah deduksi. Sebagai kelimuan yang tinggi maka seseorang harus menyesuaikan diri kepada orang lain, dengan kita masuk melalui dunia mereka  dan kita masuk dengan dunia mereka. jika kita paksakan akan hancur intuisi kita dan kehilangan intuisi.  

“serendah-rendah orang mencari ilmu adalah jika hanya dipakai untuk diri sendiri tetapi ditingkatkan kwalitas nya ilmu bisa bermanfaat kepada orang lain, setinggi-tinggi anda mencari ilmu adalah mencari didalam sistemik.”

http://nurkartikaaa.blogspot.com/2016/12/filsafat-dengan-causa-prima.html#:~:text=Filsafat%20dalam%20usahanya%20menunjukkan%20apa,%E2%80%9CZat%20Yang%20Maha%20Sempurna%E2%80%9D.

https://afidburhanuddin.wordpress.com/2013/05/21/pengertian-dan-ruang-lingkup-filsafat-ilmu-3/

https://youtu.be/7jUduy9e8qc

 

Komentar

  1. Terima kasih sharing ilmunya 🙏🙏

    BalasHapus
  2. mantap. semoga ilmu filsafatnya bermanfaat

    BalasHapus
  3. Sangat bermanfaat sekali ilmu nya..... Trima kasih. Sukses selalu.... N bisa selalu memberikan update tiap hari nya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LUAS ILMU FILSAFAT DALAM BERBAGAI ASPEK